https://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/issue/feedJournal Social Science And Technology For Community Service2026-09-18T10:26:52+07:00Imam Ahmad, S.Kom., M.Kom.abdimas@teknokrat.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Journal of Social Sciences and Technology for Community Service</strong> is a journal published by the Institute for Research and Community Service at <strong>Universitas Teknokrat Indonesia</strong>. The ABDIMAS Journal accommodates the publication of the results of Community Service activities carried out by Lecturers as a manifestation of the Tri Dharma of Higher Education. <strong>Journal of Social Sciences and Technology for Community Service</strong> is an electronic journal that is professionally managed using the Open Journal System, published 2 times a year, in March and September.</p> <p>We proudly announce that the <strong>Journal of Social Sciences and Technology for Community Service</strong> is <strong>Accredited “Rank 4”(Sinta 4)</strong> as a scientific journal under the decree of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia, Decree No<strong> 10/C/C3/DT.05.00/2025</strong>, March 21, 2025.</p> <p><img src="/public/site/images/setiawansyah/Screenshot_JSSTCS.jpg" width="200%"></p> <p><strong>Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)</strong> particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows.</p> <p><strong>Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)</strong> already has <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2723-455X" target="_blank" rel="noopener">P-ISSN : 2723-455X</a> and <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2723-2026" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN : 2723-2026</a>.</p>https://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/1820Penguatan Literasi Digital dan Jurnalistik Bagi Peserta Didik Tingkat Sekolah Dasar melalui Edukasi Cyberbullying dan Majalah Dinding2026-09-15T15:43:36+07:00Sarvin Kazul La Madiklamadisarvin@gmail.comFarhan Kelianfarhankelian@gmail.comKristina Hutapeakristinahutapea21@gmail.comWidyawidyasyam2602@gmail.comEvita MelmambessyEvitamelmambessy4@gmail.comZadrak Wellem Uniwalysadrakuniwaly941@gmail.comAzwar Lesmana Muhisfahmiazwar100@gmail.comVederico Pitsalitz Sabandarvederico26@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap kehidupan peserta didik sekolah dasar, terutama dalam penggunaan media sosial dan akses informasi digital. Namun, rendahnya pemahaman mengenai etika digital dan minimnya keterampilan literasi jurnalistik menyebabkan peserta didik rentan terhadap perilaku <em>cyberbullying</em> serta kurang memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi secara kreatif dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital dan jurnalistik peserta didik sekolah dasar melalui edukasi <em>cyberbullying</em> dan pelatihan pembuatan majalah dinding. Kegiatan dilaksanakan di SD Naskat Yos Soedarso 1 Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas I sampai kelas VI. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui observasi awal, sosialisasi literasi digital, pelatihan jurnalistik dasar, dan pembuatan mading sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mulai memahami bentuk-bentuk <em>cyberbullying</em>, pentingnya etika komunikasi di dunia digital, serta langkah perlindungan diri saat menggunakan media sosial. Selain itu, pelatihan majalah dinding memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam menulis berita sederhana, menyusun <em>layout</em>, dan menyampaikan informasi secara kreatif. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif peserta didik, meningkatkan rasa percaya diri, dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik melalui praktik langsung. Dengan demikian, integrasi edukasi literasi digital dan jurnalistik melalui kegiatan mading dapat menjadi alternatif pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.</p>2026-09-15T14:03:58+07:00Copyright (c) 2026 Vederico Pitsalitz Sabandarhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/1873BACARITA HUKUM: Penguatan Kesadaran Hukum melalui Edukasi KUHP Baru Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Maluku2026-09-15T15:43:36+07:00Muh Nobel Ru'ya Salampessynobelsalampessy4@gmail.comSahril Hitimalamsahrilhitimala@gmail.comKardila Lewarukardilalewaru01@gmail.comSarina Rumeteorsarinarumateor@gmail.comYermina Turlelyturlelyyermina05@gmail.comWa Sulis Saida Wallywasulissaidawally16@gmail.comAprilia Ningsiaprilianingsi54@gmail.comVederico Pitsalitz Sabandarvederico26@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai edukasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 1 Tahun 2023, atau yang juga dikenal sebagai KUHP baru, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pada tingkat lokal. Dalam budaya masyarakat Maluku, kegiatan “Bacarita<em>”</em> merupakan tradisi bertutur dan berdialog secara informal sebagai sarana berbagi pengalaman dan membangun pemahaman bersama dalam kehidupan sosial. Nilai kearifan lokal tersebut dimanfaatkan melalui pendekatan “Bacarita Hukum” sebagai media edukasi hukum yang komunikatif dan mudah dipahami masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi KUHP baru berbasis kearifan lokal di Kelurahan Namasina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Metode yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai ketentuan hukum pidana, khususnya yang berkaitan dengan norma kesusilaan, ketertiban umum, kebebasan berpendapat, dan perlindungan hukum dalam kehidupan sosial. Pendekatan berbasis kearifan lokal juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses diskusi hukum. Namun demikian, peningkatan kesadaran hukum masyarakat masih memerlukan edukasi yang berkelanjutan agar implementasi KUHP baru dapat berjalan lebih efektif dalam kehidupan masyarakat.</p>2026-09-15T14:20:05+07:00Copyright (c) 2026 Muh Nobel Ru'ya Salampessy, Sahril Hitimala, Kardila Lewaru, Sarina Rumeteor, Yermina Turlely, Wa Sulis Saida Wally, Aprilia Ningsi, Vederico Pitsalitz Sabandarhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/1907Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Pemetaan Jalur Evakuasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Kelurahan Namasina2026-09-15T15:43:36+07:00Axl Yudha Infantrizalaxlyudhainfantrizal@gmail.comArif Rahman Wagolaarifwagola1@gmail.comYizreel Meierwin Salawaneyewinbooyah@gmail.comAzel Ali Bugisazelalibugis@gmail.comHeaven Marchelino Pattipeilohyivenpattipeilohy@gmail.comRifaath Thatawi Hanubunhanubunrifat0@gmail.comWa Ode FitraFitrahx02@gmail.comAsiyah Rumakeffingasiyahrumakeffing@gmail.comVederico Pitsalitz Sabandarvederico26@gmail.com<p>Kelurahan Namasina merupakan wilayah pesisir yang berdekatan dengan perbukitan sehingga memiliki potensi risiko bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Keterbatasan media informasi kebencanaan serta rendahnya pemahaman masyarakat, terutama peserta didik sekolah dasar, mengenai tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pemetaan jalur evakuasi dan edukasi pengurangan risiko bencana di Kelurahan Namasina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, survei, identifikasi lokasi evakuasi bersama masyarakat, serta evaluasi pemahaman peserta didik menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Tahapan kegiatan meliputi penyusunan dua jenis peta jalur evakuasi, sosialisasi kesiapsiagaan bencana, simulasi evakuasi, serta pemasangan media informasi peta pada lokasi strategis, yaitu Gereja Maranatha, lingkungan sekolah, dan Kantor Kelurahan Namasina. Kegiatan pemetaan melibatkan pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat, sedangkan kegiatan sosialisasi melibatkan peserta didik kelas I–VI SD Naskat Yos Soedarso 1 Masohi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik mengenai upaya pengurangan risiko bencana berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Program ini juga menghasilkan dua peta jalur evakuasi yang berfungsi sebagai media informasi mitigasi kebencanaan bagi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan tingkat realisasi 100%. Integrasi edukasi kebencanaan dan teknologi tepat guna berbasis pemetaan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mendukung terwujudnya Kelurahan Namasina yang tangguh bencana.</p>2026-09-15T14:26:29+07:00Copyright (c) 2026 Axl Yudha Infantrizal, Arif Rahman Wagola, Yizreel Meierwin Salawaney, Azel Ali Bugis, Heaven Marchelino Pattipeilohy, Rifaath Thatawi Hanubun, Wa Ode Fitra, Asiyah Rumakeffing, Vederico Pitsalitz Sabandarhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2267“Sarong Baju Mananol”: Rites of Passage dan Konstruksi Relasi Orang Basudara di Negeri Amahai2026-09-15T15:43:36+07:00Popi Kotalapopikotala@gmail.comAnna Clara SolissaChesynslssa@gmail.comHerlin Kayadoeherlinkayadoee@gmail.comVederico Pitsalitz Sabandarvederico26@gmail.com<p>Ritual perkawinan adat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Maluku karena tidak hanya dipahami sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya dan penguatan hubungan sosial masyarakat. Salah satu ritual adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat Negeri Amahai adalah <em>Aruno Lahitolo Mananol</em> atau prosesi <em>Sarong Baju Mananol</em>. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai makna sosial budaya prosesi <em>Sarong Baju Mananol</em> sebagai bagian dari identitas budaya dan penguatan relasi <em>orang basudara</em> di Negeri Amahai, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan diskusi bersama Badan Saniri Negeri Amahai, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prosesi <em>Sarong Baju Mananol</em> tidak hanya berfungsi sebagai ritual penerimaan mempelai perempuan ke dalam mata rumah laki-laki, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas, kohesi sosial, dan relasi <em>orang basudara</em> dalam masyarakat Amahai. Setiap tahapan ritual mengandung makna simbolik mengenai penerimaan sosial, penghormatan terhadap adat, serta pewarisan nilai budaya secara turun-temurun. Oleh karena itu, pelestarian ritual <em>Sarong Baju Mananol</em> perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Negeri Amahai.</p>2026-09-15T14:31:47+07:00Copyright (c) 2026 Popi Kotala, Anna Clara Solissa, Herlin Kayadoe, Vederico Pitsalitz Sabandarhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2301Penguatan Literasi Keuangan dan Kesadaran Hukum Terhadap Risiko Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online2026-09-15T15:43:36+07:00Renie Stivany Hattustivanyhattu20@gmail.comRut Nendissarutnendissa4@gmail.comOrlando Limasanaorlandolimasana1234@gmail.comPriskila Aprilyanti Ubleeuwpriskila.nara@gmail.comAndriyani Graciela Tutuarimaandriyanigracelia@gmail.comVederico Pitsalitz Sabandarvederico26@gmail.com<p>Fenomena pinjaman online ilegal dan judi online menunjukkan tren peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan nonbank dan berbagai platform digital. Rendahnya tingkat literasi keuangan dan digital menjadikan masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, lebih rentan terhadap berbagai risiko yang ditimbulkan oleh pinjaman online ilegal dan judi online. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran hukum masyarakat di Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, diskusi interaktif, penyuluhan hukum, serta pemanfaatan media edukatif berupa poster dan materi informasi visual. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta utama serta anak-anak usia dini sebagai sasaran edukasi literasi keuangan dasar. Materi yang diberikan mencakup risiko pinjaman online ilegal dan judi online, pengelolaan keuangan yang bijak, serta pengenalan konsep dasar keuangan melalui kegiatan pengenalan mata uang dan perilaku menabung sejak usia dini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman mengenai ciri-ciri pinjaman online ilegal, dampak negatif judi online, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Selain itu, kegiatan literasi keuangan kepada anak-anak usia dini memberikan pemahaman dasar mengenai fungsi uang dan pentingnya perilaku menabung sejak dini. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi literasi keuangan dan kesadaran hukum di tingkat komunitas. Dengan demikian, program KKN Berdampak berkontribusi dalam memperkuat literasi keuangan dan kesadaran hukum masyarakat sebagai upaya preventif terhadap praktik pinjaman online ilegal dan judi online. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan keuangan dan memiliki kesadaran hukum yang lebih baik.</p>2026-09-15T14:35:52+07:00Copyright (c) 2026 Renie Stivany Hattu, Rut Nendissa, Orlando Limasana, Priskila Aprilyanti Ubleeuw, Andriyani Graciela Tutuarima, Vederico Pitsalitz Sabandarhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2318Pendampingan UMKM Fashion Melalui Analisis Data Penjualan Berbasis Sistem Informasi2026-09-15T15:43:37+07:00Irma Anggraeniirma.irhamna89@gmail.comYusma Yantiyusma.yanti@unpak.ac.idBagus Trilelonobagus.tri250904@gmail.com<p>UMKM Baby Gaya merupakan usaha yang bergerak di bidang fashion di Kota Bogor. UMKM ini telah memiliki pencatatan keuangan dan produk yang cukup baik. Namun data ini belum dimanfaatkan dengan baik untuk analisis produk ataupun pengambilan keputusan. Berdasarkan kondisi tersebut pemilik usaha kesulitan untuk mengetahui produk terlaris, pola penjualan, serta prediksi untuk kebutuhan selanjutnya. Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mendampingi UMKM Baby Gaya dalam mengelola data penjualan melalui penerapan sistem digital berbasis analisis data. Melalui kegiatan ini akan dilakukan analisis data penjualan yang kemudian disajikan dalam bentuk <em>dashboard</em> interaktif yang mudah dipahami. Metode yang digunakan yaitu identifikasi kebutuhan mitra, pengumpulan data, pengembangan <em>dashboard</em>, pelatihan penggunaan system, serta evaluasi kegiatan. Dengan adanya sistem ini UMKM Baby Gaya dapat mengambil keputusan bisnis dengan tepat, cepat serta berbasis data, misalnya dalam menentukan strategi promosi dan pengadaan stok. Hasil kegiatan menunjukan bahwa <em>dashboard</em> yang dibuat mampu menyajikan informasi penjualan seperti produk terlaris, waktu transaksi, dan tren penjualan secara visual dan mudah dipahami. Mitra memperoleh peningkatan pemahaman dalam membaca data penjualan dan mampu memanfaatkan informasi tersebut untuk mendukung pengambilan keputusan dalam penjualan</p>2026-09-15T14:41:08+07:00Copyright (c) 2026 Irma Anggraeni, Yusma Yanti, Bagus Trilelonohttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2446Pengembangan Wirausaha Berbasis Kompetensi Teknis melalui Program Retail Entrepreneurship Accelerator pada Siswa SMK2026-09-15T15:43:37+07:00Ahmad Aliahmadali@unw.ac.idSatria Avianda NurcahyoSatriaavianda@unw.ac.idUcta pradema Sanjaya uctapradema@unw.ac.id<p>Siswa SMK Negeri 1 Tuntang memiliki keterampilan teknis yang kuat di jurusan TKJ dan Multimedia, namun belum mampu mengemasnya menjadi layanan bernilai jual karena pembelajaran kewirausahaan masih memisahkan teori dari praktik. Akibatnya, lulusan cenderung menjadi pencari kerja. Program pengabdian ini menerapkan <em>experiential retail learning</em> selama 12 minggu yang mengintegrasikan pelatihan kelas, simulasi toko berbasis <em>dashboard analytics</em>, dan validasi pasar riil menggunakan Canva Pro, Adobe Express, serta simulator e-dagang. Tiga puluh peserta dipilih melalui asesmen potensi bisnis dan wawancara motivasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: skor <em>Value Proposition</em> portofolio naik dari 3 menjadi 5 (67%), <em>Revenue Streams</em> dari 2 menjadi 5 (150%), dan <em>Creativity & Innovation</em> dari 2 menjadi 4 (100%). Sikap kewirausahaan juga membaik; keyakinan mengubah keahlian teknis menjadi bisnis naik 100% (dari skor 2 ke 4), kemampuan membuat konten visual untuk promosi melonjak 150% (dari skor 2 ke 5). Target optimasi media sosial sebesar 85% dan peningkatan literasi bisnis sebesar 80% berhasil dilampaui, sebagaimana tervisualisasi dalam grafik capaian program. Integrasi alat digital dan pengalaman berjualan nyata efektif membentuk kompetensi wirausaha siswa SMK.</p>2026-09-15T14:51:01+07:00Copyright (c) 2026 Ahmad Ali, Satria Avianda Nurcahyo, Ucta pradema Sanjaya https://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2660Integrasi Literasi Keuangan Digital dan Asesmen Kepribadian untuk Meningkatkan Kesiapan Pembiayaan UMKM2026-09-15T16:00:41+07:00Iwan Purwantoiwan.purwanto@trisakti.ac.idGatot Budi Santosogbs@trisakti.ac.idAnung Barlianto Ariwibowo3anung@trisakti.ac.idNicholas Saputra065002300019@std.trisakti.ac.idNadhira Anindita Ralena065002300021@std.trisakti.ac.idMonica Sicilia Simanjuntak065002300030@std.trisakti.ac.idMuhammad Fikrimuhammad.fikri@trisakti.ac.id<p>Transformasi digital pada sektor keuangan telah memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun belum diimbangi dengan kemampuan literasi keuangan digital dan pemahaman karakteristik perilaku finansial yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko pengambilan keputusan pembiayaan yang kurang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan pembiayaan UMKM melalui integrasi literasi keuangan digital dan asesmen kepribadian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Learning</em> yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan literasi keuangan digital, asesmen kepribadian, praktik penggunaan aplikasi keuangan digital, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 33 pelaku UMKM dari sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator, meliputi literasi keuangan digital, pengelolaan arus kas, keamanan transaksi digital, pemanfaatan aplikasi keuangan, dan pemahaman pembiayaan berbasis <em>financial technology</em>. Integrasi asesmen kepribadian memberikan nilai tambah melalui peningkatan kesadaran peserta terhadap karakteristik perilaku finansial yang memengaruhi pengambilan keputusan pembiayaan. Program ini menghasilkan model pemberdayaan yang mengintegrasikan literasi keuangan digital, asesmen kepribadian, dan pendampingan berkelanjutan sebagai strategi untuk memperkuat kesiapan pembiayaan serta mendukung keberlanjutan usaha UMKM di era ekonomi digital.</p>2026-09-15T14:54:33+07:00Copyright (c) 2026 Iwan Purwanto, Gatot Budi Santoso, Anung Barlianto Ariwibowo, Nicholas Saputra, Nadhira Anindita Ralena, Monica Sicilia Simanjuntak, Muhammad Fikrihttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2776Integrasi Chatbot Telegram dan Branding Digital untuk Meningkatkan Kinerja Usaha UMKM Seafood Pariti2026-09-15T16:01:41+07:00Fatima Susiana Rusmanfatimarusman1312@gmail.comMaria Gundulfa Klaugundamaria04@gmail.comAdriana Florensia Nanananaria808@gmail.comMaria Yulianti Mitakmariayulianti1206@gmail.comElentria Asalnaijetryasalnaije@gmail.comMaria Bitebiteputri4@gmail.comNiken Cantika Permatasari Derecantikadere@gmail.comVonilia Bere Loevonybere4@gmail.comZakarias Benyesi Mamwela Pampunge9385231@gmail.comYohanes Maria Vianey Arin Seranarinseran74@gmail.comKornelius Juan Sebastian Kotasebastiankota0@gmail.comHendrikus Loehendrikusloe09@gmail.comPaskalis Emanuel Boliemanpaskal46@gmail.comJohari Henukhjoharihenukh099@gmail.comLaurensius Yustianus Gelalaurensiusyustinus2003@gmail.comAlfry Aristo Jansen Sinlaealfry.aj@unwira.ac.id<p>Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi informasi yang sederhana dan mudah diimplementasikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelaku UMKM Seafood Pariti Kota Kupang melalui implementasi chatbot Telegram sebagai aplikasi pencatatan transaksi otomatis yang terintegrasi dengan branding digital, promosi media sosial, dan penyusunan konten kreatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan tiga peserta yang merupakan pengelola UMKM Seafood Pariti. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam menggunakan chatbot Telegram untuk pencatatan transaksi, memahami branding digital, menyusun konten promosi, serta memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran. Peserta juga memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan menunjukkan peningkatan kesiapan dalam mengadopsi teknologi digital pada aktivitas usaha. Dengan demikian, integrasi chatbot Telegram, branding digital, dan promosi kreatif mampu meningkatkan efisiensi administrasi usaha serta memperkuat kapasitas digital UMKM sebagai bagian dari transformasi digital yang berkelanjutan.</p>2026-09-15T15:12:11+07:00Copyright (c) 2026 Fatima Susiana Rusman, Maria Gundulfa Klau, Adriana Florensia Nana, Maria Yulianti Mitak, Elentria Asalnaije, Maria Bite, Niken Cantika Permatasari Dere, Vonilia Bere Loe, Zakarias Benyesi Mamwela Pampung, Yohanes Maria Vianey Arin Seran, Kornelius Juan Sebastian Kota, Hendrikus Loe, Paskalis Emanuel Boli, Johari Henukh, Laurensius Yustianus Gela, Alfry Aristo Jansen Sinlaehttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2791Exit Strategy Menuju Kemandirian Ekonomi dan Penyesuaian Sosial Psikologis Purna PMI di Malaysia2026-09-18T10:12:15+07:00Winda Putri Diah Restyawinda.putri@unmuha.ac.idMarlizarmarlizar@unmuha.ac.id<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta kemampuan penyesuaian sosial dan psikologis Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui penerapan “<em>exit strategy”</em> pasca purna tugas. Program ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi purna PMI, seperti keterbatasan lapangan pekerjaan, ketidakstabilan keuangan, serta tekanan sosial dan psikologis ketika kembali ke Indonesia. Menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR), kegiatan ini melibatkan 57 PMI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur melalui tiga tahapan utama yaitu: survei kolaboratif, pengumpulan data partisipatif, dan penyuluhan tatap muka. Materi penyuluhan mencakup perencanaan keuangan, peluang kewirausahaan, serta strategi adaptasi sosial dan psikologis pasca kepulangan. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari peserta yang merasa lebih percaya diri, memahami pentingnya kemandirian finansial, dan lebih siap menghadapi masa transisi setelah kembali ke tanah air. Kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan dukungan di antara PMI. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara aspek ekonomi dan psikososial dalam program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program reintegrasi bagi PMI menjelang masa purna tugas.</p>2026-09-15T16:06:42+07:00Copyright (c) 2026 Winda Putri Diah Restya, Marlizarhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2798Smart Solar Incubator for Strengthening Village Poultry Production and Food Independence2026-09-16T15:53:27+07:00Ilmar Andi Achmadilmar.andiachmad22@gmail.comNurwahidah J.nurwahidah@umbulukumba.ac.idHarianto Hariantoharianto@umbulukumba.ac.idA. Hasdiansyahahasdiansyah@gmail.comAhmad Asyuraahmadasyura@200gmail.comCakra Wahyu Ramadhancakrawahyuramadhan1@gmail.comEmirati Emiratiemiration@gmail.com<p>This community service program addressed low productivity in native-chicken seed production at Pemuda Libureng Farm, Mattirowalie Village, Libureng District, Bone Regency. Prior to the intervention, the partner utilized a conventional wooden incubator with a capacity of 50 eggs, manual egg turning, unstable lamp-based heating, and complete reliance on grid electricity. Consequently, hatchability was limited to 30–40%. The program implemented a Smart Solar Incubator that integrated solar photovoltaic power, battery storage, grid backup, automatic temperature control, and an automatic egg-turning mechanism. The technology transfer was complemented by training in hatching management, biosecurity, basic cash-flow recording, cost-of-production calculation, standardized chick-box packaging, and digital marketing. The core field implementation was completed in June 2026. Program documentation indicated hatchability exceeding 85% and operational energy efficiency reaching up to 70%. Furthermore, egg turning transitioned from three manual turns per day to automatic operation every three hours. The partner also adopted basic business bookkeeping and digital marketing through Facebook Marketplace and WhatsApp Business. Revenue growth exceeding the baseline is considered a program projection, as longitudinal post-program financial records were not available in the provided evidence. The intervention demonstrates the effectiveness of integrating appropriate renewable-energy technology and community education in jointly enhancing rural poultry production and local food resilience.</p>2026-09-15T16:22:33+07:00Copyright (c) 2026 Ilmar Andi Achmad, Nurwahidah J., Harianto Harianto, A. Hasdiansyah, Ahmad Asyura, Cakra Wahyu Ramadhan, Emirati Emiratihttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2803Inovasi Cap Batik Limbah Kertas Sebagai Solusi Aksesibilitas Alat Produksi Kerajinan Batik Desa Sumberdem2026-09-16T15:50:28+07:00Anna Triwijayatianna.triwijayati@machung.ac.idPieter Sahertianpieter.sahertian@machung.ac.idZakaria Zuhkhriyanzakaria@unisma.ac.idDidit Prasestyo Nugrohodidit.nugroho@machung.ac.idBintang Pramudya Putrabintang.pramudya@machung.ac.id<p>Ketergantungan pada metode tulis tangan murni menyebabkan kelompok perajin batik mitra menghadapi kendala berupa lambatnya kecepatan produksi dan terbatasnya kapasitas pemenuhan pasar. Di sisi lain, upaya untuk beralih ke teknik batik cap terhambat oleh mahalnya harga canting cap tembaga konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk mengintroduksi teknologi tepat guna berupa canting cap alternatif berbasis <em>metode Do It Yourself</em> (DIY) memanfaatkan limbah kertas karton. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Pelatihan dan Pendampingan berbasis partisipasi aktif kelompok sasaran (<em>Action Oriented Learning</em>). Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Pengrajin Batik Sumberdem Asri yang dipimpin oleh Pengrajin Batik Puspita Kawi, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Evaluasi keberhasilan program diukur secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test untuk menilai pemahaman teori, serta evaluasi kualitatif terhadap kualitas visual hasil cap batik yang diproduksi oleh peserta. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dibagi ke dalam 4 tahapan utama: Persiapan, Pelatihan Teknis, Pendampingan Produksi, dan Evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan teknis mitra sebesar 85% dalam mengolah limbah menjadi alat bantu produksi yang bernilai ekonomi. Implementasi metode batik kombinasi (cap kertas dan tulis) berpotensi memotong durasi pengerjaan sehelai kain secara drastis dari 14–21 hari menjadi hanya 2–3 hari. Inovasi DIY cap kertas ini terbukti efektif sebagai solusi taktis yang murah, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan daya saing ekonomi kreatif masyarakat di tingkat pedesaan secara berkelanjutan.</p>2026-09-16T15:48:40+07:00Copyright (c) 2026 Anna Triwijayati, Pieter Sahertian, Zakaria Zuhkhriyan, Didit Prasestyo Nugroho, Bintang Pramudya Putrahttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2804Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pertanian Perkotaan Terpadu untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Kelurahan Sekaran 2026-09-17T00:11:47+07:00Nana Kariada Tri Martutinanakariada@mail.unnes.ac.idTeguh Prihantoteguh.prihanto@mail.unnes.ac.idAnanto Ajiajiananto@mail.unnes.ac.idPramesti Dewiiwed_pramesti@mail.unnes.ac.idTalitha Widiatningrumtalitha_widiatningrum@mail.unnes.ac.idWulan Christijantiwulan.christijanti@mail.unnes.ac.idMuhammad Abdullahabdullah.m@mail.unnes.ac.id<p>Kelompok Tani Bangkong Lestari di RW VII Kelurahan Sekaran menghadapi keterbatasan pengetahuan, keterampilan, sarana pertanian perkotaan, dan kapasitas kelembagaan untuk memanfaatkan lahan kosong. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan kelompok melalui penerapan pertanian perkotaan terpadu guna mendukung kemandirian pangan. Program dilaksanakan dengan pendekatan berbasis kelompok, komprehensif, dan memanfaatkan potensi lokal melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, peningkatan kompetensi, penerapan teknologi, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi mencakup pelatihan dan pendampingan budidaya sayuran ramah lingkungan, fasilitasi sistem raised bed, vertikultur, hidroponik, dan akuaponik, serta penguatan manajemen kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keempat sistem budidaya yang direncanakan berhasil diterapkan (100%). Sarana produksi telah tersedia dan digunakan untuk membudidayakan tomat, cabai, terung, kangkung, selada, pakcoy, seledri, dan ikan lele. Sebanyak 15 anggota mengikuti penguatan kelembagaan dalam kegiatan ini. Kelompok Tani Bangkong Lestari telah memiliki kepengurusan dan mekanisme pengelolaan fasilitas secara bersama. Mitra juga mampu menggunakan dan merawat sarana yang diberikan. Program ini menghasilkan model pemanfaatan lahan terbatas yang mengintegrasikan produksi pangan, penghijauan lingkungan, dan penguatan kelembagaan. Pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan penyuluh pertanian diperlukan agar produksi, pemeliharaan fasilitas, dan kemandirian kelompok dapat dipertahankan.</p>2026-09-17T00:11:47+07:00Copyright (c) 2026 Nana Kariada Tri Martuti, Teguh Prihanto, Ananto Aji, Pramesti Dewi, Talitha Widiatningrum, Wulan Christijanti, Muhammad Abdullahhttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2806Pelatihan Penggunaan Chatgpt Untuk Siswa Sekolah Menengah Kejuruan2026-09-17T07:55:25+07:00Sukarno Bahat Naulisukarnobahat@gmail.comAgung Priambodoagung.priyambodo@usni.ac.idDian Ayu Palapa Putridian.ayu@usni.ac.idRiama Sibaraniriama.sibarani@usni.ac.idSri Rachmawati H Siregarsrirhs@usni.ac.idBosar Panjaitanbosarpjtn@gmail.comYuwan Jumaryadiyuwan.jumaryadi@mercubuana.ac.id<p>Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Republik Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang akan menggantikan generasi orang tua mereka (Nauli, Panjaitan, et al., 2025). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yadika 2, Melalui pelatihan penggunaan ChatGPT secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence yang semakin banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia kerja, sehingga siswa SMK sebagai calon tenaga kerja perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi tentang konsep dasar kecerdasan buatan, pengenalan ChatGPT beserta fungsi dan keterbatasannya, praktik langsung penggunaan ChatGPT untuk mendukung proses belajar, penyusunan tugas, serta pemecahan masalah sederhana sesuai kompetensi keahlian siswa. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif melalui studi kasus, simulasi, dan tanya jawab agar peserta mampu memahami manfaat dan risiko penggunaan ChatGPT dalam konteks pembelajaran dan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi ChatGPT sebagai alat bantu belajar yang dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis. Siswa juga menunjukkan sikap lebih selektif dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan lulusan SMK yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital. Evaluasi kegiatan Abdimas dilakukan dengan mengukur tingkat kepuasan terhadap 300 peserta pelatihan, terdapat 270 peserta dengan menjawab sangat puas, 15 peserta menjawab dengan puas, dan 15 peserta menjawab dengan cukup puas. Pihak sekolah sangat berharap agar yang akan datang dilakukan Pelatihan yang mendukung sesuai kurikulum pada sekolah kejuruan. Program ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan berbasis teknologi pendidikan vokasi nasional.</p>2026-09-17T07:55:25+07:00Copyright (c) 2026 Sukarno Bahat Nauli, Agung Priambodo, Dian Ayu Palapa Putri, Riama Sibarani, Sri Rachmawati H Siregar, Bosar Panjaitan, Yuwan Jumaryadihttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2809Implementasi Sistem Antrian Berbasis QR Code untuk Mendukung Digitalisasi UMKM Clicked Picked Studios 2026-09-17T13:35:09+07:00N.Supriyadisupriyadi@sttindonesia.ac.idSaviona Divianzasaviona@sttindonesia.ac.idMarschliamarschlia@sttindonesia.ac.idAde Winarniadewinarni@sttindonesia.ac.idLinda Apriyantilindaapriyanti@sttindonesia.ac.id<p>Bidang jasa fotografi melalui layanan <em>photobox</em>. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pemilik usaha, proses pengelolaan antrean pelanggan masih menggunakan Microsoft Excel sehingga berpotensi menimbulkan ketidakteraturan urutan pelayanan dan penumpukan antrean pada jam ramai. Selain itu, pencatatan transaksi belum dilakukan secara terstruktur sehingga menyulitkan proses pemantauan dan rekapitulasi laporan transaksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendukung digitalisasi UMKM melalui penerapan sistem informasi antrean pelanggan berbasis web yang memanfaatkan QR Code dan terintegrasi dengan pencatatan serta laporan transaksi. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode <em>Agile Development</em> yang meliputi tahap <em>planning</em>, <em>design</em>, <em>development</em>, <em>testing</em>, <em>deployment</em>, <em>review</em>, dan <em>launch</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem yang dihasilkan memungkinkan pelanggan melakukan pendaftaran antrean secara mandiri melalui pemindaian QR Code, memperoleh nomor antrean secara otomatis, serta memantau status antrean tanpa melakukan <em>login</em>. Sementara itu, admin dapat mengelola antrean, mengonfirmasi pembayaran, mencatat transaksi, serta mengakses laporan transaksi harian dan bulanan yang dapat dicetak maupun diekspor ke PDF. Pengujian menggunakan metode <em>Black Box Testing</em> terhadap 52 skenario uji menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi dapat membantu Clicked Picked Studios mengelola antrean secara lebih tertib, meningkatkan keteraturan pencatatan transaksi, serta mempermudah pemantauan operasional UMKM melalui <em>dashboard</em> berbasis web.</p>2026-09-17T13:35:08+07:00Copyright (c) 2026 N.Supriyadi, Saviona Divianza, Marschlia, Ade Winarni, Linda Apriyantihttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2810Pelatihan Program R Untuk Analisis Deskriptif dan Visualisasinya Bagi Guru SMP di Kota Depok2026-09-17T13:46:02+07:00Muhammad Arib Alwansyah Aribmuhammadarib@unj.ac.idKhaola Rachma Adzimakhaola.rachma@unj.ac.idMuhammad Rido Wujudimuhammad.rido@unj.ac.idDessy Julita Sarij.dessysari@unj.ac.idQorry Meidianingsihqorrymeidianingsih@unj.ac.idLinda Devi Fitrianalinda.fitriana@unj.ac.idShafa Fatimah Az Zahrashafa.fatimah.azzahra@mhs.unj.ac.idNabilah Az-zahrah Authornabilah.az@mhs.unj.ac.idRidho Suharisridho.suharis@unj.ac.id<p>Keterbatasan pemanfaatan perangkat lunak statistik berbasis coding menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan literasi statistik dan kompetensi digital guru dalam pengolahan serta analisis data. Guru umumnya masih menggunakan perangkat lunak statistik berbasis menu, sehingga diperlukan pengenalan alternatif perangkat lunak yang mendukung pengolahan data secara lebih fleksibel dan sistematis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SMP di Depok dalam menggunakan Program R untuk pengolahan dan analisis data. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan yang dilaksanakan melalui penyampaian materi, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan Program R. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pengukuran kemampuan peserta sebelum dan setelah pelatihan menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan, dengan rata-rata nilai posttest lebih tinggi 7 poin dibandingkan dengan pretest. Hasil <em>Paired</em> - menunjukkan nilai - sebesar 0,003 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan peserta sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, pelatihan Program R dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan literasi statistik dan kompetensi digital guru dalam pengolahan dan analisis data berbasis <em>coding</em>.</p>2026-09-17T13:46:02+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Arib Alwansyah Arib, Khaola Rachma Adzima, Muhammad Rido Wujudi, Dessy Julita Sari, Qorry Meidianingsih, Linda Devi Fitriana, Shafa Fatimah Az Zahra, Nabilah Az-zahrah Author, Ridho Suharishttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2811Community Empowerment through Eco-Enzyme Training for Sustainable Household Organic Waste Management 2026-09-17T14:23:15+07:00Firdausifirdausi.ucik@gmail.comNadofahnadofah.febis@upnjatim.ac.idMilda Amaliamildaams28@gmail.comAisyah Fitri Nurhayatinurhayataisyah225@gmail.comIndrayanaindraayana100@gmail.com<p>The ECOLORA (Eco enzyme for Environmentally Friendly Household Waste Processing) program aimed to improve the knowledge and skills of residents in RW 02, Nginden Jangkungan Village, Surabaya, in managing household organic waste. The program involved 20 participants consisting of housewives and micro, small, and medium enterprise (MSME) actors. The implementation methods included educational sessions, demonstrations and hands-on eco enzyme production, discussions, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed increased participant knowledge across six assessment indicators. The proportion of correct responses increased from 25–65% in the pre-test to 100% across all indicators in the post-test, with an average increase of 49.17 percentage points. The largest improvement was observed in understanding the fermentation process, which increased by 75 percentage points. The program demonstrates that participatory training can improve community knowledge of household organic waste management.</p>2026-09-17T13:55:04+07:00Copyright (c) 2026 Nadofah Nadofah, Firdausi, Milda Amalia, Aisyah Fitri Nurhayati, Indrayanahttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2812Diagnosis Partisipatif dan Pemetaan Kebutuhan Digitalisasi Teaching Factory di SMK Negeri 3 Tanjungbalai2026-09-17T14:33:10+07:00Dedy Kiswantodedykiswanto@unimed.ac.idDita Eka Pertiwi Siraitditaekapertiwi@unimed.ac.idAlfitriana Purbaalfitriana2106@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menghasilkan diagnosis partisipatif dan peta kebutuhan digitalisasi Teaching Factory (TeFa) pada Program Keahlian Tata Boga SMK Negeri 3 Tanjungbalai sebagai dasar pengambilan keputusan program. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 melalui observasi langsung, wawancara dengan pimpinan sekolah, pengelola program keahlian, guru produktif, pengelola TeFa dan siswa, diskusi terarah, dokumentasi, serta validasi temuan bersama mitra. Data dianalisis secara deskriptif-tematik pada tujuh domain, yaitu tata kelola TeFa, pemanfaatan teknologi, pemesanan dan transaksi, integrasi pembelajaran, potensi produk, promosi dan pasar, serta dukungan kelembagaan. Ketercapaian tahap diagnosis dinilai dari tersusunnya baseline, teridentifikasinya masalah prioritas, tervalidasinya temuan, dan terumuskannya peta jalan intervensi. Hasil menunjukkan bahwa TeFa memiliki modal produksi, pengalaman awal menerima pesanan, produk berciri lokal, fasilitas dasar, dan dukungan pimpinan, tetapi tata kelola belum terstruktur, pemesanan serta pencatatan transaksi masih manual, katalog digital dan basis data pelanggan belum terintegrasi, dan pemasaran digital belum menjadi bagian kuat dari pembelajaran. Outcome utama kegiatan berupa baseline tervalidasi pada tujuh domain dan enam prioritas intervensi: tata kelola TeFa, pemasaran digital, AI generatif dan rekayasa prompt, platform Kulivio, keamanan digital, serta pendampingan dan evaluasi. Outcome tersebut mengubah informasi masalah yang sebelumnya tersebar menjadi dasar keputusan yang terstruktur, disepakati mitra, dan dapat digunakan sebagai acuan implementasi serta evaluasi dampak pada fase berikutnya.</p>2026-09-17T14:33:10+07:00Copyright (c) 2026 Dedy Kiswanto, Dita Eka Pertiwi Sirait, Alfitriana Purbahttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2813Perancangan Partisipatif EduBeringin untuk Pembelajaran Kontekstual Terintegrasi Kecerdasan Spiritual di SMA Negeri 1 Beringin2026-09-18T10:10:20+07:00Ricu Sidiqricusidiq@unimed.ac.idNajuahnajuah@unimed.ac.idSri Dewisridewi@unimed.ac.idDedy Kiswantodedykiswanto@unimed.ac.id<p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang EduBeringin secara partisipatif sebagai pendukung pembelajaran kontekstual terintegrasi kecerdasan spiritual di SMA Negeri 1 Beringin. Kegiatan dilaksanakan pada 19–20 Juni 2026 melalui observasi, wawancara, brainstorming, evaluasi kebutuhan, dan validasi formatif bersama stakeholder sekolah. Analisis deskriptif-kualitatif menghasilkan lima domain kebutuhan, yaitu penguatan konteks kehidupan nyata dalam pembelajaran, aktivitas individu dan kelompok yang terstruktur, integrasi nilai dan refleksi, monitoring serta dokumentasi guru, dan dukungan platform digital. Temuan tersebut diterjemahkan ke dalam prototipe EduBeringin berbasis web dengan peran Admin, Guru, dan Siswa; manajemen tugas bertahap; pengumpulan bukti teks, dokumen, foto, dan tautan; monitoring progres; penilaian karakter dan peer-assessment; serta ekspor hasil. Ketercapaian tahap perancangan dinilai menggunakan lima indikator proses dan seluruh indikator tercapai (5/5 atau 100%), meliputi identifikasi kebutuhan, penetapan kebutuhan prioritas, pembahasan solusi bersama mitra, perumusan integrasi CTL–kecerdasan spiritual, dan tersusunnya rancangan EduBeringin. Capaian tersebut menunjukkan bahwa perancangan partisipatif dapat menghasilkan solusi yang terlacak dari kebutuhan mitra ke fitur platform, namun belum merepresentasikan efektivitas pembelajaran karena implementasi dan evaluasi dampak menjadi tahap lanjutan.</p>2026-09-18T10:10:20+07:00Copyright (c) 2026 Ricu Sidiq, Najuah, Sri Dewi, Dedy Kiswantohttps://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/JSSTCS/article/view/2820Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Sediaan Bahan Alam dari Daun Bengkal sebagai Antidiabetes di Desa Mudung Darat Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi2026-09-18T10:26:52+07:00Lailan Azizahazizah.lailan@yahoo.co.idSupriadisuprisu@email.comAndy Brataandybrata@poltekkesjambi.ac.id<p>Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Pemanfaatan tanaman obat lokal merupakan salah satu bentuk kearifan masyarakat yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Daun bengkal (<em>Nauclea orientalis</em> L.) merupakan salah satu tanaman lokal yang secara empiris telah dimanfaatkan masyarakat dan berdasarkan penelitian sebelumnya memiliki potensi sebagai antidiabetes. Permasalahan yang ditemukan di Desa Mudung Darat adalah masyarakat telah mengenal daun bengkal, tetapi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai penyiapan bahan dan pembuatan sediaan bahan alam secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan sediaan bahan alam daun bengkal sebagai antidiabetes. Kegiatan dilaksanakan melalui survei awal, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung pembuatan sediaan, pengemasan dan pelabelan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Peserta dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman lokal secara tepat, aman, dan berkelanjutan. Pemberdayaan berbasis potensi lokal ini juga diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk bahan alam yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat Desa Mudung Darat.</p>2026-09-18T10:26:20+07:00Copyright (c) 2026 Andy Brata, Lailan Azizah, Supriadi