STUDI KOMPARASI MORFOLOGI KOTA MELALUI ANALISIS ELEMEN PEMBENTUK KOTA (STUDI KASUS: RIMBO BUJANG, SETURAN & KOTAGEDE)
Abstract
Kawasan perkotaan merupakan entitas yang kompleks, terdiri atas berbagai aspek fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang saling terkait. Salah satu elemen penting yang menjadi daya tarik suatu kota adalah bentuk fisik dan tampilan wajah kotanya. Morfologi kota, atau bentuk dan struktur spasial kawasan perkotaan, terbentuk melalui proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor historis, geografis, sosial, dan ekonomi. Faktor-faktor tersebut turut menentukan arah dan pola perkembangan kota di masa mendatang.Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji morfologi kawasan perkotaan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan morfologi di suatu wilayah. Untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, penulis melakukan perbandingan terhadap beberapa studi kasus guna melihat perbedaan karakteristik morfologi serta faktor-faktor yang membentuknya. Studi kasus yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi kawasan Kotagede, Seturan, dan Kecamatan Rimbo Bujang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih agar penulis dapat mendeskripsikan secara mendalam temuan-temuan terkait perbandingan morfologi antar kawasan serta berbagai faktor yang memengaruhinya. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika perkembangan morfologi kawasan perkotaan dan faktor-faktor dominan yang berperan di dalamnya.
References
Adwitya, F. X. H. (2017). Kajian Pengaruh Perkembangan Activity Support (Kegiatan Pendukung) Fasilitas Pendidikan Terhadap Elemen Perancangan Kawasan Pada Koridor Jalan Seturan Raya (Doctoral dissertation, UAJY).
Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is Qualitative in Qualitative Research. Qualitative Sociology, 42, 139 - 160. https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7.
Branch, M. C., & Wibisono, B. H. (1995). Perencanaan Kota Komprehensif: Pengantar dan Penjelasan. Gadjah Mada University Press.
Busetto, L., Wick, W., & Gumbinger, C. (2020). How to use and assess qualitative research methods. Neurological Research and Practice, 2. https://doi.org/10.1186/s42466-020-00059-z.
Devi, O. Y., & Pradoto, W. (2017). Keberadaan Apartemen dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Sosial dan Ekonomi Kawasan Seturan, Yogyakarta. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 6(2), 86-97.
Dewi, A. K., Purwanto, E., & Pandelaki, E. E. (2023). Kajian Morfologi dan Perkembangan Pusat Kota Rimbo Bujang sebagai Wilayah Eks Transmigrasi. Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi, 21(2), 221-234.
Halim, G., & Roychansyah, M. S. (2018). Perubahan Morfologi Kawasan Seturan, Yogyakarta. Prosiding Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Binaan Indonesia (IPLBI) 2018.
Litiloly, M. K. (2019). STUDI MORFOLOGI KAWASAN KOTAGEDE DI KOTA YOGYAKARTA: Perkembangan Pola Kawasan Kotagede dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Arsitektur Komposisi, 12(3), 211-224.
Shirvani, Hamid. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand
Sumardiyanto, B. (2019). Pengaruh renovasi terhadap makna rumah tradisional masyarakat Jawa, kasus studi: Kotagede Yogyakarta. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 3(2), 99-114.
Surya, B., Salim, A., Hernita, H., Suriani, S., Menne, F., & Rasyidi, E. (2021). Land Use Change, Urban Agglomeration, and Urban Sprawl: A Sustainable Development Perspective of Makassar City, Indonesia. Land, 10, 556. https://doi.org/10.3390/LAND10060556.
Suryasari, N., Antariksa, A., Wulandari, L., & Santosa, H. (2021). Aesthetic visual signs for the public building facade design of Dutch East Indies architectural heritage in Malang City. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 780. https://doi.org/10.1088/1755-1315/780/1/012071.
Zahnd, Markus. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu . Yogyakarta: Kanisius dan Soegijapranata University Press.
Copyright (c) 2025 Jurnal SENDI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



