Pola Kebugaran Jasmani Peserta Didik Sekolah Dasar (SD)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kebugaran jasmani dilihat dari komponen biomotorik peserta didik melalui serangkaian tes daya tahan, daya ledak otot tungkai (vertical jump), kekuatan otot inti (sit up), kekuatan lengan–punggung atas (gantung siku), dan kecepatan lari. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengukuran lapangan menggunakan Beep Test, tes vertical jump, tes sit up 1 menit, tes gantung siku, dan tes kecepatan. Data kemudian dikategorikan ke dalam lima tingkat kebugaran: kurang sekali, kurang, sedang, baik, dan baik sekali. Hasil menunjukkan bahwa daya tahan berada terutama pada kategori sedang (36,9%) dan baik (25%), meskipun masih terdapat 27,38% peserta pada kategori kurang dan kurang sekali, yang mengindikasikan kapasitas aerobik belum sepenuhnya optimal. Kemampuan vertical jump didominasi kategori kurang sekali (33,33%) dan kurang (25%), dengan hanya 15,47% yang mencapai kategori baik dan baik sekali, sehingga daya ledak otot tungkai tergolong rendah. Kekuatan otot inti relatif lebih baik, dengan mayoritas peserta berada pada kategori sedang (53,57%) dan sebagian pada kategori baik dan baik sekali (22,62%), meskipun masih terdapat lebih dari seperlima peserta dalam kategori kurang. Hasil tes gantung siku menunjukkan kelemahan yang mencolok pada kekuatan lengan dan punggung atas, karena mayoritas peserta berada pada kategori kurang dan kurang sekali (lebih dari 80%). Secara umum, profil kebugaran jasmani menunjukkan bahwa daya tahan dan kekuatan otot inti berada pada kategori sedang, sedangkan daya ledak, kekuatan tubuh bagian atas, dan kecepatan relatif rendah. Temuan ini menegaskan perlunya program latihan yang lebih terstruktur dan spesifik, terutama berupa latihan plyometrik, penguatan otot inti dan upper body, serta latihan interval intensitas tinggi (HIIT) untuk mengoptimalkan kebugaran jasmani peserta didik.
Referensi
Aip, S. (2018). Pendidikan jasmani dan kesehatan. Jakarta: Erlangga.
Bafirman, B., & Wahyuri, A. S. (2019). Pembentukan kondisi fisik. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Bouchard, C., & Rankinen, T. (2001). Individual differences in response to regular physical activity. Medicine & Science in Sports & Exercise, 33(6), S446-S451.
Brown, R., et al. (2020). Physiological profiles of youth athletes in team sports. Journal of Sports Sciences, 38(11), 1275-1284.
Caspersen, C. J., Powell, K. E., & Christenson, G. M. (1985). Physical activity, exercise, and physical fitness: definitions and distinctions for health-related research. Public Health Reports, 100(2), 126–131.
Chu, D. A. (1998). Jumping into plyometrics. Champaign, IL: Human Kinetics.
Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak. (2023). Laporan evaluasi sarana dan partisipasi olahraga pelajar. Pontianak: Dispora.
Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2012). Ilmu faal olahraga (Fisiologi olahraga). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hansen, D., Niebauer, J., Cornelissen, V., Barna, O., Neunhäuserer, D., Stettler, C., ... & Fagard, R. (2019). Exercise intensity assessment and prescription in cardiovascular rehabilitation and beyond: Why and how: A joint position statement from the European Association of Preventive Cardiology (EAPC). European Journal of Preventive Cardiology, 26(14), 1476-1507.
Harman, E. A., Rosenstein, M. T., Frykman, P. N., & Rosenstein, R. M. (1991). The effects of a specific jump training program on vertical jump performance. Journal of Strength and Conditioning Research, 5(3), 116-120.
Jenkins, N. D., Miramonti, A. A., Hill, E. C., Smith, C. M., Cochrane, K. C., & Housh, T. J. (2009). Neuromuscular adaptations to resistance training. Journal of Strength and Conditioning Research, 23(1), 189-197.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan tes kebugaran pelajar nusantara (TKPN). Jakarta: Kemendikbudristek.
Komi, P. V. (2003). Strength and power in sport. Oxford: Blackwell Science.
Kramer, A., Veneman, T., & Post, B. (2017). Psychological readiness and physical performance in youth athletes. Journal of Applied Sport Psychology, 29(4), 415-430.
Lutan, R. (2001). Asas-asas pendidikan jasmani: Pendekatan holistik. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga, Depdiknas.
Madden, A. M., Smith, S., & Stock, S. (2013). Relationship between upper body muscle strength and physical activity in healthy young adults. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 26(s1), 95-103.
Markovic, G. (2007). Does plyometric training improve vertical jump height? A meta-analytical review. British Journal of Sports Medicine, 41(6), 349-355.
Moir, G. L., Sanders, R., & Button, C. (2011). The effect of periodized resistance training on muscle activation during jumping. Journal of Strength and Conditioning Research, 25(4), 992-1000.
Nakamura, K., et al. (2013). Core muscle training and posture in children: A longitudinal study. Journal of Physical Therapy Science, 25(8), 925-928.
Nesser, T. W., Huxel, K. C., Tincher, J. L., & Okada, T. (2008). The relationship between core stability and performance in division I football players. Journal of Strength and Conditioning Research, 22(6), 1750-1754.
Pasiakos, S. M., McClung, J. P., & McClung, H. L. (2014). The effects of carbohydrate and protein supplementations on endurance performance and muscle damage. Sports Medicine, 44(2), 193-208.
Pradana, A. (2020). Pengaruh penggunaan gadget terhadap penurunan minat olahraga pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 16(1), 45-58.
Ratamess, N. A., et al. (2009). Progression models in resistance training for healthy adults. Medicine & Science in Sports & Exercise, 41(3), 687-708.
Schoenfeld, B. J. (2010). The mechanisms of muscle hypertrophy and their application to resistance training. Journal of Strength and Conditioning Research, 24(10), 2857-2872.
Siedentop, D., & van der Mars, H. (2022). Introduction to physical education, fitness, and sport. New York, NY: McGraw Hill.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta.
Welsch, A. S., Bird, M., & Mayhew, J. L. (2004). Electromyographic analysis of abdominal exercises using the Ab-Rocking Device. Journal of Strength and Conditioning Research, 18(4), 924-927.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##




