Diagnosis Partisipatif dan Pemetaan Kebutuhan Digitalisasi Teaching Factory di SMK Negeri 3 Tanjungbalai
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menghasilkan diagnosis partisipatif dan peta kebutuhan digitalisasi Teaching Factory (TeFa) pada Program Keahlian Tata Boga SMK Negeri 3 Tanjungbalai sebagai dasar pengambilan keputusan program. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 melalui observasi langsung, wawancara dengan pimpinan sekolah, pengelola program keahlian, guru produktif, pengelola TeFa dan siswa, diskusi terarah, dokumentasi, serta validasi temuan bersama mitra. Data dianalisis secara deskriptif-tematik pada tujuh domain, yaitu tata kelola TeFa, pemanfaatan teknologi, pemesanan dan transaksi, integrasi pembelajaran, potensi produk, promosi dan pasar, serta dukungan kelembagaan. Ketercapaian tahap diagnosis dinilai dari tersusunnya baseline, teridentifikasinya masalah prioritas, tervalidasinya temuan, dan terumuskannya peta jalan intervensi. Hasil menunjukkan bahwa TeFa memiliki modal produksi, pengalaman awal menerima pesanan, produk berciri lokal, fasilitas dasar, dan dukungan pimpinan, tetapi tata kelola belum terstruktur, pemesanan serta pencatatan transaksi masih manual, katalog digital dan basis data pelanggan belum terintegrasi, dan pemasaran digital belum menjadi bagian kuat dari pembelajaran. Outcome utama kegiatan berupa baseline tervalidasi pada tujuh domain dan enam prioritas intervensi: tata kelola TeFa, pemasaran digital, AI generatif dan rekayasa prompt, platform Kulivio, keamanan digital, serta pendampingan dan evaluasi. Outcome tersebut mengubah informasi masalah yang sebelumnya tersebar menjadi dasar keputusan yang terstruktur, disepakati mitra, dan dapat digunakan sebagai acuan implementasi serta evaluasi dampak pada fase berikutnya.
Referensi
Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard Business Review, 86(6), 84-92.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. (2019). Petunjuk teknis bantuan pengembangan Teaching Factory tahun 2019. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kuat, T., & Purnawan, P. (2022). Edupreneurship implementation through teaching factory on mechanical engineering competence. Jurnal Pendidikan Vokasi, 12(3), 212-221. https://doi.org/10.21831/jpv.v12i3.51536
Li, F., Yang, J., Wang, J., Li, S., & Zheng, L. (2019). Integration of digitization trends in learning factories. Procedia Manufacturing, 31, 343-348. https://doi.org/10.1016/j.promfg.2019.03.054
Marzano, D. (2026). Generative Artificial Intelligence (GAI) in teaching and learning processes at the K-12 level: A systematic review. Technology, Knowledge and Learning, 31, 789-829. https://doi.org/10.1007/s10758-025-09853-7
Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO.
Roll, M., & Ifenthaler, D. (2021). Learning Factories 4.0 in technical vocational schools: Can they foster competence development? Empirical Research in Vocational Education and Training, 13, 20. https://doi.org/10.1186/s40461-021-00124-0
Sudiyono, S. (2020). Teaching factory sebagai upaya peningkatan mutu lulusan di SMK. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 12(2), 159-181. https://doi.org/10.24832/jpkp.v12i2.271
Wei, X., Wang, L., Lee, L.-K., & Liu, R. (2025). The effects of generative AI on collaborative problem-solving and team creativity performance in digital story creation: An experimental study. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 22, 23. https://doi.org/10.1186/s41239-025-00526-0
Willermark, S., & Carlsson, S. (2026). Envisioning vocational teacher knowledge in the era of GenAI. Discover Education, 5, 35. https://doi.org/10.1007/s44217-025-01040-1
Yoto, Y., Marsono, M., Qolik, A., & Romadin, A. (2024). Evaluation of teaching factory using CIPP (Context, Input, Process, Product) model to improve vocational high school students' skills. Jurnal Pendidikan Vokasi, 14(1), 12-28. https://doi.org/10.21831/jpv.v14i1.62573
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##




